
Prestasi Orang Lain Terasa Mengganggu? Mungkin Ini yang Kamu Rasakan Sebenarnya
Prestasi orang lain terasa mengganggu bukan berarti kamu adalah orang yang iri atau tidak mampu ikut bahagia. Perasaan ini justru lebih umum daripada yang banyak orang akui. Banyak wanita dewasa muda pernah merasakan sedikit sesak ketika melihat teman mendapat promosi, membeli rumah, menikah, menerbitkan buku, atau mencapai impian yang diam-diam juga mereka inginkan.
Perasaan tersebut sering membuat seseorang merasa bersalah. “Kenapa aku tidak bisa ikut senang?” atau “Apa aku orang yang buruk?” Padahal, emosi tidak selalu mencerminkan karakter seseorang. Yang penting bukan emosi yang muncul, tetapi bagaimana kita memahaminya.
Menurut survei dari American Psychological Association, perbandingan sosial merupakan salah satu faktor yang paling sering memengaruhi kepuasan hidup pada dewasa muda, terutama karena meningkatnya paparan media sosial. Fakta ini menunjukkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain adalah kecenderungan yang sangat manusiawi.
Sebenarnya Kamu Tidak Terganggu Oleh Mereka
Sering terjadi, prestasi orang lain terasa mengganggu bukan karena pencapaian mereka, melainkan karena pencapaian itu menyentuh bagian dalam diri yang sedang rapuh.
Misalnya, ketika teman mendapatkan pekerjaan impian, mungkin yang sebenarnya terasa sakit bukan keberhasilannya, tetapi karena kamu sedang merasa tidak berkembang.
Ketika teman menikah, mungkin yang muncul bukan rasa tidak suka, tetapi kekhawatiran tentang perjalanan hidupmu sendiri.
Artinya, emosi tersebut lebih banyak berbicara tentang dirimu daripada tentang orang lain.
Otak manusia memang secara alami melakukan social comparison. Kita menggunakan pencapaian orang lain sebagai alat ukur untuk mengevaluasi posisi diri sendiri.
Masalahnya, kita sering membandingkan seluruh perjalanan hidup kita dengan satu momen terbaik milik orang lain.
Itulah sebabnya prestasi orang lain terasa mengganggu meskipun sebenarnya mereka tidak melakukan kesalahan apa pun.
Sometimes what hurts is not their success, but our own unmet expectations.
Perasaan Ini Tidak Selalu Buruk
Kabar baiknya, perasaan tersebut tidak selalu negatif. Jika dipahami dengan benar, justru bisa menjadi petunjuk yang sangat berharga.
Ketika prestasi orang lain terasa mengganggu, cobalah bertanya kepada diri sendiri, “Apa sebenarnya yang sedang aku inginkan?”
Mungkin kamu ingin karir yang lebih berkembang.
Mungkin kamu ingin hubungan yang lebih sehat.
Mungkin kamu ingin lebih berani mengejar impian yang selama ini ditunda.
Dengan kata lain, rasa tidak nyaman itu bisa menjadi kompas yang menunjukkan kebutuhan atau keinginan yang selama ini belum terpenuhi.
Yang perlu dihindari adalah membiarkan perasaan tersebut berubah menjadi kebencian atau kebiasaan meremehkan pencapaian orang lain.
Semakin kita mengenal diri sendiri, semakin kecil kemungkinan kita merasa terancam oleh keberhasilan orang lain.
Karena hidup bukan perlombaan dengan satu garis finis yang sama.
Cara Mengelola Perasaan Ini
Jika akhir-akhir ini kamu sering merasa tidak nyaman melihat pencapaian orang lain, beberapa hal berikut bisa membantu:
- Akui emosimu tanpa langsung menghakimi diri sendiri.
- Kurangi kebiasaan membandingkan perjalanan hidup.
- Fokus pada progres kecil yang sudah kamu capai.
- Jadikan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi, bukan ancaman.
- Ingat bahwa setiap orang memiliki waktu dan tantangannya masing-masing.
- Tanyakan apa yang sebenarnya sedang kamu butuhkan saat ini.
Perasaan prestasi orang lain terasa mengganggu biasanya mulai berkurang ketika kamu lebih fokus membangun kehidupanmu sendiri daripada terus mengamati kehidupan orang lain.
Semakin jelas arah hidupmu, semakin kecil ruang bagi rasa iri untuk tumbuh.
Fokus Pada Dirimu
At the end of the day, prestasi orang lain terasa mengganggu bukanlah tanda bahwa kamu orang yang buruk. Bisa jadi itu adalah sinyal bahwa ada impian, kebutuhan, atau harapan dalam dirimu yang sedang meminta perhatian.
Daripada terus menyalahkan diri sendiri, gunakan momen tersebut sebagai kesempatan untuk mengenal dirimu lebih dalam.
Tanyakan apa yang ingin kamu capai, bukan apa yang sedang dicapai orang lain.
Karena hidup yang memuaskan bukan dibangun dari seberapa jauh kamu berada di depan orang lain, tetapi dari seberapa dekat kamu dengan tujuan dan nilai yang benar-benar penting bagimu.
Saat kamu mulai fokus pada perjalananmu sendiri, keberhasilan orang lain tidak lagi terasa mengganggu. Justru, bisa menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bertumbuh.