Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
CeriSpesial.com

For Your Special Side

CeriSpesial.com

For Your Special Side

  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
Subscribe
Close

Search

perilaku self sabotage
Adulting

Perilaku Self Sabotage Saat Zona Nyaman Menjadi Jebakan

By Finta
October 11, 2026 3 Min Read

Perilaku self sabotage tidak selalu terlihat seperti sengaja menghancurkan kesempatan sendiri. Bentuknya bisa jauh lebih subtle: bertahan di pekerjaan yang sudah membuatmu unhappy, mempertahankan hubungan yang tidak berkembang, atau menjalani kebiasaan lama karena memulai sesuatu yang baru terlihat lebih menakutkan.

Kita tahu situasi sekarang tidak ideal. Kita bahkan bisa membayangkan kehidupan yang lebih baik jika berani berubah. Namun, muncul pikiran, “What if the new situation is even worse?”

Akhirnya, pilihan yang familiar menang.

Mengapa Kita Memilih Sesuatu yang Sudah Tidak Cocok?

Dalam behavioral science terdapat konsep status quo bias, yaitu kecenderungan memilih keadaan sekarang dibandingkan melakukan perubahan, bahkan ketika tersedia alternatif yang berpotensi lebih baik.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Economic Behavior & Organization pada 2024 meneliti 1.423 orang dewasa yang bekerja di Israel. Peneliti menemukan status quo bias berkorelasi negatif secara signifikan dengan tiga ukuran subjective well-being. Peneliti bahkan mencontohkan bagaimana bias ini bisa mempertahankan seseorang dalam kondisi seperti pekerjaan yang tidak diinginkan atau pernikahan yang tidak memuaskan.

Lanjut Baca  Tips Adulting Untuk Menjadi Orang Dewasa Tangguh

Temuan tersebut menarik jika dikaitkan dengan perilaku self sabotage. Kita mungkin berpikir bertahan adalah keputusan paling aman, padahal tidak mengambil keputusan juga merupakan sebuah keputusan.

Familiar doesn’t always mean good for you.

Advertisements
Ad 4

Otak Memang Menyukai yang Familiar

Penelitian lain yang terbit pada 2025 menguji status quo bias dalam konteks perubahan organisasi. Dalam salah satu skenario, 72,4% dari 217 responden memilih mempertahankan status quo. Secara keseluruhan dari berbagai skenario penelitian, 868 dari 1.316 pilihan mengarah pada status quo.

Jadi, enggan keluar dari zona nyaman bukan otomatis berarti seseorang malas atau tidak ambisius. Hal yang sudah dikenal memberikan kepastian, sedangkan perubahan membawa uncertainty.

Masalah muncul ketika perilaku self sabotage membuat kita terus menggunakan rasa aman sebagai alasan untuk menghindari pertumbuhan.

Misalnya, kamu ingin mencari pekerjaan baru selama dua tahun, tetapi selalu berkata belum waktunya. Kamu sadar relationship tersebut tidak sesuai dengan nilai hidupmu, tetapi takut memulai lagi dari nol. Atau kamu ingin membangun bisnis, belajar skill baru, dan bertemu lingkungan baru, tetapi terus menunggu sampai merasa completely ready.

Lanjut Baca  Mengelola Pola Emosi Negatif Sebagai Young Adult

Sayangnya, rasa siap 100 persen mungkin tidak pernah datang.

Zona Nyaman Boleh Nyaman, tetapi Jangan Menjadi Penjara

Keluar dari zona nyaman tidak harus berarti resign besok pagi atau langsung mengakhiri hubungan. Perubahan besar bisa dimulai melalui small experiments.

Kalau ingin pindah karier, coba ambil course atau berbicara dengan seseorang dari industri tujuanmu. Jika ingin meninggalkan kebiasaan lama, ubah satu bagian kecil terlebih dahulu. Kita sedang memberikan bukti kepada otak bahwa sesuatu yang baru tidak selalu berakhir buruk.

Penelitian Frontiers in Psychology pada 2025 juga membahas learning comfort zone dalam konteks karyawan. Studi tersebut menyoroti bahwa learning inertia dapat membuat pekerja bertahan di zona nyaman dan resisten mengubah status quo, sementara strategi nudging dapat membantu mendorong pembelajaran baru.

Mengurangi perilaku self sabotage berarti belajar membedakan dua hal: “Aku memilih bertahan karena memang menginginkannya” dan “Aku bertahan karena takut melihat apa yang ada setelah ini.”

Tidak semua zona nyaman harus ditinggalkan. Stabilitas juga penting. Namun, ketika sebuah situasi sudah bertahun-tahun membuatmu unhappy dan satu-satunya alasan bertahan adalah takut terhadap perubahan, mungkin yang sedang melindungimu bukan lagi comfort zone.

Lanjut Baca  Ketika Tabungan Cuma di JMO? Tetap Tenang, Finansialmu Belum Kalah Start

Itu bisa menjadi perilaku self sabotage dengan pakaian bernama keamanan.

You don’t need to change everything today. But you can stop using fear as your only reason to stay.

Advertisements
Ad 5

Postingan Terkait

  • Kurang Disiplin Pada Diri Sendiri, Mungkin Kamu Self Sabotage
  • Keluar Dari Zona Nyaman Itu Omong Kosong
  • Self Worth dan Self Esteem

Tags:

adultingkesehatan mentalself care
Author

Finta

Follow Me
Other Articles
mental wanita muda cerispesial
Previous

Kenapa Menjadi Wanita Muda Sekarang Terasa Begitu Melelahkan?

Overstimulation
Next

Overstimulation di Dunia Kerja dalam Film The Devil Wears Prada

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    • Ads
    • Adulting
    • Beauty
    • Career
    • Health
    • Lifestyle
    • Narrative Mind
    • Personal
    • Perspektif
    • Relationships
    • Uncategorized

    adulting aduting asam folat bisnis buku debat dunia kerja film finansial gaya karir kepribadian kesehatan mental Kesehatan Wanita keuangan konspirasi krisis identitas kuku kulit wajah makeup make up menikah networking olahraga optimis parfum pasangan perspektif positif rambut relasi relationship relationships sef care self care skill skincare sosial sosial media styling tidur trauma uang WFH young adult

    Site Statistics
    • Total visitors : 6,162
    Copyright 2026 — CeriSpesial.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme