Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
CeriSpesial.com

For Your Special Side

CeriSpesial.com

For Your Special Side

  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
Subscribe
Close

Search

doomscrolling cerispesial
Lifestyle

Doomscrolling Ternyata Mengganggu Kesehatan Mental

By Pamela
July 22, 2026 3 Min Read

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial atau membaca berita negatif tanpa sadar, meskipun sebenarnya hal tersebut membuat kita semakin cemas dan lelah. Banyak wanita dewasa muda mengalaminya setiap hari. Awalnya hanya ingin membuka media sosial selama lima menit, tetapi tanpa terasa satu jam berlalu dan pikiran justru terasa lebih berat.

Ironisnya, kita tahu konten yang dilihat membuat tidak nyaman, tetapi tetap sulit berhenti. Seolah ada dorongan untuk terus mencari informasi berikutnya, meskipun sebagian besar hanya menambah kecemasan.

Menurut penelitian dari American Psychological Association, paparan berita negatif dan informasi yang berlebihan melalui media digital berkaitan dengan meningkatnya tingkat stres, kecemasan, dan kelelahan mental pada orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa cara kita mengonsumsi informasi juga memengaruhi kesehatan mental.

Kenapa Doomscrolling Sulit Dihentikan

Otak manusia secara alami lebih mudah memperhatikan informasi yang berhubungan dengan ancaman atau hal negatif. Dalam psikologi, kecenderungan ini dikenal sebagai negativity bias. Dahulu, kemampuan tersebut membantu manusia bertahan hidup karena membuat kita lebih waspada terhadap bahaya.

Namun di era media sosial, mekanisme yang sama justru membuat kita terus tertarik membaca berita buruk, konflik, komentar negatif, atau berbagai informasi yang memicu rasa cemas.

Lanjut Baca  Starter Pack Digital Nomad Wanita Muda

Akibatnya, doomscrolling menjadi kebiasaan yang dilakukan hampir tanpa sadar.

Semakin banyak informasi yang dikonsumsi, semakin besar pula rasa ingin tahu terhadap informasi berikutnya. Padahal, informasi tersebut sering kali tidak benar-benar membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Advertisements
Ad 4

Ditambah lagi, algoritma media sosial dirancang untuk membuat pengguna bertahan selama mungkin. Jika kamu sering membuka konten tertentu, platform akan menampilkan lebih banyak konten serupa.

Without realizing it, you are feeding your own anxiety.

Dampaknya Tidak Hanya Membuat Cemas

Banyak orang mengira doomscrolling hanya membuat suasana hati sedikit memburuk. Padahal dampaknya bisa jauh lebih luas.

Paparan informasi negatif yang terus-menerus dapat membuat otak berada dalam kondisi siaga lebih lama. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit rileks, pikiran dipenuhi berbagai kemungkinan buruk, dan kualitas tidur ikut menurun.

Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa lebih mudah lelah, kehilangan fokus saat bekerja, sulit menikmati waktu bersama keluarga, bahkan menjadi lebih pesimis terhadap masa depan.

Lanjut Baca  Penjelasan Psikologis dan Penjelasan Biologis Kenapa Kita Menunda

Yang menarik, sering kali bukan karena hidup kita sedang bermasalah, tetapi karena kita terlalu banyak menyerap masalah yang sedang dialami orang lain.

Ketika membaca berita demi berita tanpa jeda, otak kesulitan membedakan ancaman yang benar-benar terjadi pada diri kita dengan ancaman yang hanya kita lihat melalui layar.

Karena itu, doomscrolling bisa membuat seseorang merasa dunia jauh lebih buruk daripada kenyataannya.

Hal ini juga membuat kita kehilangan waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk melakukan aktivitas yang lebih menenangkan atau produktif.

Cara Mengurangi Doomscrolling

Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dikurangi secara bertahap jika dilakukan dengan sadar.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba antara lain:

  • Batasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
  • Hindari membuka berita sesaat sebelum tidur.
  • Pilih akun yang memberi informasi berkualitas dan seimbang.
  • Beri jeda setelah membaca berita yang berat.
  • Isi waktu luang dengan aktivitas di luar layar.
  • Sadari kapan kamu mulai scrolling tanpa tujuan.

Mengurangi doomscrolling bukan berarti menutup diri dari informasi. Justru tujuannya agar kamu tetap mendapatkan informasi yang penting tanpa mengorbankan kesehatan mental.

Semakin bijak kamu mengatur konsumsi informasi, semakin tenang pula pikiranmu.

Lanjut Baca  Exploring Destinasi Sendiri; Panduan Liburan Singkat untuk Wanita Solo Traveler
Advertisements
Ad 5

Gunakan Sosmed Bijak

Pada akhirnya, doomscrolling mengingatkan kita bahwa terlalu banyak informasi tidak selalu membuat kita lebih siap menghadapi hidup. Kadang justru membuat kita semakin cemas, lelah, dan kehilangan fokus pada kehidupan sendiri.

Media sosial adalah alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Namun ketika kita membiarkan algoritma menentukan apa yang terus kita konsumsi, kesehatan mental bisa ikut terdampak.

Karena itu, sesekali berhentilah menggulir layar. Tarik napas, lihat keadaan di sekitarmu, dan sadari bahwa dunia nyata sering kali jauh lebih tenang daripada apa yang terus muncul di timeline.

Informasi memang penting, tetapi ketenangan pikiran juga tidak kalah penting. Menjaga keduanya tetap seimbang adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Postingan Terkait

  • Digital Detox: Mengelola Kesehatan Mental di Tengah Serbuan Media Sosial
  • BPJS Atau Asuransi Kesehatan Swasta? Temukan yang Terbaik Untukmufi
  • Kebiasaan Buruk yang Mempengaruhi Kesehatan Reproduksi

Tags:

adultingkesehatan mentalsosial media
Author

Pamela

Follow Me
Other Articles
Vitamin D cerispesial
Previous

Vitamin D: Nutrisi yang Sering Kurang Pada Wanita Muda

Perlukah konsumsi asam folat
Next

Perlukah Konsumsi Asam Folat Meski Belum Menikah

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    • Ads
    • Adulting
    • Beauty
    • Career
    • Health
    • Lifestyle
    • Narrative Mind
    • Personal
    • Perspektif
    • Relationships
    • Uncategorized

    adulting aduting antixiety asam folat bisnis buku film finansial gaya karir kepribadian kesehatan mental Kesehatan Wanita keuangan konspirasi krisis identitas kuku kulit wajah magic herbs makeup make up menikah networking olahraga optimis parfum pasangan perspektif positif rambut relasi relationship relationships sef care self care skill skincare sosial sosial media styling tidur trauma uang young adult young adut

    Site Statistics
    • Total visitors : 5,570
    Copyright 2026 — CeriSpesial.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme