
Kenapa Minggu Sore Sering Membuat Kita Cemas Memikirkan Senin?
Sunday Scaries adalah perasaan cemas, gelisah, atau tidak nyaman yang muncul menjelang berakhirnya akhir pekan karena mulai memikirkan pekerjaan pada hari Senin. Minggu pagi mungkin masih terasa menyenangkan, tetapi memasuki sore hari pikiran mulai dipenuhi deadline, meeting, chat pekerjaan, atau tugas yang belum selesai. Padahal, laptop bahkan belum dibuka.
Fenomena ini cukup umum. American Psychological Association (APA) pernah menyoroti survei LinkedIn 2023 yang menemukan sekitar 75% pekerja mengalami Sunday Scaries. Artinya, rasa tidak nyaman ketika Senin semakin dekat bukan pengalaman yang hanya dirasakan segelintir pekerja.
Kenapa Minggu Sore Bisa Terasa Berbeda?
Secara sederhana, otak mulai berpindah dari weekend mode menuju work mode. Kita mulai mengantisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi esok hari. Jika pekerjaan sedang penuh tekanan, proses antisipasi tersebut bisa berubah menjadi kekhawatiran.
Sunday Scaries bisa muncul dalam bentuk yang berbeda pada setiap orang, seperti:
- Sulit menikmati sisa hari Minggu.
- Berkali-kali mengecek email atau chat pekerjaan.
- Memikirkan deadline yang sebenarnya masih beberapa hari lagi.
- Merasa gelisah tanpa mengetahui penyebab spesifiknya.
- Sulit tidur pada Minggu malam.
- Merasa malas, sedih, atau kehilangan energi ketika mengingat Senin.
Kondisi pekerjaan juga berpengaruh. Data APA dalam Work in America Survey 2024 menunjukkan 48% pekerja berusia 18–25 tahun dan 51% pekerja berusia 26–43 tahun mengatakan biasanya merasa tegang atau stres selama hari kerja.
“Tapi Aku Kerja Remote, Kenapa Tetap Cemas?”
Ada anggapan bahwa kerja remote otomatis membuat kehidupan jauh lebih santai. Tidak perlu menghadapi kemacetan, tidak perlu datang ke kantor setiap pagi, bahkan sebagian orang bebas bekerja dari coffee shop, kamar tidur, atau kota mana pun.
Di luar sana, banyak young adult bekerja remote sebagai content writer, graphic designer, programmer, SEO specialist, social media manager, virtual assistant, freelancer, hingga menjalankan bisnis online sendiri. Namun fleksibilitas lokasi ternyata tidak otomatis menghilangkan Sunday Scaries.
APA, mengutip data Gallup, pernah melaporkan bahwa pekerja yang bekerja secara hybrid maupun sepenuhnya remote termasuk kelompok yang melaporkan tingkat stres tertinggi dalam survei global tersebut. Ini menunjukkan bahwa lokasi kerja bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat stres seseorang.
Kerja remote bahkan dapat membuat batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi kabur. Laptop berada beberapa meter dari tempat tidur, notifikasi pekerjaan masuk pada akhir pekan, dan tidak ada perjalanan pulang kantor yang secara psikologis menandai bahwa pekerjaan sudah selesai.
Bukan Berarti Kamu Membenci Pekerjaan
Mengalami Sunday Scaries juga tidak selalu berarti seseorang berada di pekerjaan yang salah. Bisa saja kita menyukai pekerjaan tetapi sedang menghadapi workload tinggi, ketidakpastian karier, target baru, konflik dengan rekan kerja, atau sekadar merasa belum siap meninggalkan suasana akhir pekan.
Bagi young adult, kecemasan tersebut dapat bercampur dengan persoalan lain. Ada target finansial, kebutuhan hidup yang meningkat, keinginan berkembang dalam karier, sampai kekhawatiran apakah pekerjaan yang dijalani sekarang masih relevan beberapa tahun mendatang.
APA pada laporan Stress in America 2025 menemukan 65% orang dewasa berusia 18–34 tahun melaporkan stres terkait perkembangan AI, meningkat dari 52% pada tahun sebelumnya. Perubahan dunia kerja yang begitu cepat dapat menambah lapisan ketidakpastian bagi pekerja muda.
Membuat Minggu Sore Terasa Seperti Minggu Lagi
Jika Sunday Scaries sering datang, cobalah menghindari kebiasaan menjadikan Minggu sebagai “hari persiapan kerja” sepenuhnya. Menyiapkan pakaian, agenda, atau daftar pekerjaan untuk Senin boleh dilakukan, tetapi berikan batas waktu agar pikiran tidak menghabiskan sepanjang sore untuk bekerja sebelum pekerjaan benar-benar dimulai.
Buat satu aktivitas kecil yang hanya dilakukan pada Minggu sore: menonton film, olahraga ringan, membaca, pergi mencari makanan favorit, atau bertemu teman. Tujuannya sederhana, yaitu mengembalikan Minggu sebagai bagian dari waktu istirahat.
Sunday Scaries mungkin tidak langsung hilang hanya karena kita memiliki pekerjaan fleksibel atau bekerja dari rumah. Namun, ketika rasa cemas setiap Minggu mulai mengganggu tidur, hubungan, atau kehidupan sehari-hari secara konsisten, itu bisa menjadi sinyal untuk melihat kembali beban kerja, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta sumber kecemasan yang sebenarnya.