Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
CeriSpesial.com

For Your Special Side

CeriSpesial.com

For Your Special Side

  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
  • Blog
    • Adulting
    • Career
    • Lifestyle
      • Beauty
      • Health
    • Personal
      • Perspektif
      • Narrative Mind
    • Relationships
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Our Team
Subscribe
Close

Search

tidak pernah melihat story orang lain
Perspektif

Kenapa Ada Orang yang Tidak Pernah Melihat Story Orang Lain?

By Grace
October 20, 2026 3 Min Read

Pernah punya teman yang aktif upload Instagram Story, tetapi tidak pernah melihat story orang lain? Dia masih posting foto makanan, pekerjaan, atau liburan, tetapi namanya hampir tidak pernah muncul di daftar viewers kita.

Sekilas perilaku ini bisa terlihat aneh. Bukankah salah satu tujuan social media adalah melihat kehidupan satu sama lain?

Ternyata cara setiap orang menggunakan media sosial memang berbeda. Ada yang menjadikannya tempat bersosialisasi, mencari hiburan, mendapatkan informasi, sampai sekadar menyimpan dokumentasi pribadi. Jadi, aktif posting tidak otomatis berarti seseorang tertarik mengikuti kehidupan online orang lain.

Tidak Melihat Story Bukan Berarti Tidak Peduli

Orang yang tidak pernah melihat story orang lain belum tentu sedang menghindari seseorang. Bisa saja dia memang membatasi passive social media use, yaitu penggunaan media sosial dengan lebih banyak mengamati konten daripada berinteraksi.

Meta-analysis yang diterbitkan dalam Journal of Computer-Mediated Communication pada 2024 menganalisis 141 penelitian dengan sekitar 145.000 partisipan. Hasilnya menarik: hubungan penggunaan media sosial aktif maupun pasif dengan berbagai indikator kesehatan mental dan well-being secara umum cenderung kecil. Peneliti menekankan bahwa klaim sederhana seperti “passive scrolling selalu buruk” tidak didukung secara konsisten oleh bukti ilmiah.

Lanjut Baca  Kenapa Minggu Sore Sering Membuat Kita Cemas Memikirkan Senin?

Artinya, kita juga tidak perlu langsung memberikan label kepada orang berdasarkan kebiasaan melihat Story.

Ada beberapa alasan sederhana seseorang memilih tidak melakukannya:

Advertisements
Ad 4
  • Story memberikan terlalu banyak informasi yang sebenarnya tidak ingin dia ketahui.
  • Membuka satu Story membuatnya lanjut melihat puluhan Story tanpa tujuan.
  • Dia lebih menyukai komunikasi langsung daripada mengikuti daily update orang lain.

Bisa Jadi Dia Sedang Menghindari FOMO

Penelitian 2025 dalam Human Behavior and Emerging Technologies terhadap total 480 partisipan menemukan bahwa boredom dan fear of missing out atau FOMO menjadi motivasi utama penggunaan media sosial secara pasif. FOMO juga menjadi prediktor yang paling konsisten terhadap well-being yang lebih rendah dalam penelitian tersebut.

Temuan ini membuat kebiasaan tidak pernah melihat story orang lain punya perspektif berbeda. Seseorang mungkin sedang melakukan versi personal dari detox FOMO.

Lanjut Baca  Kenapa Teori Konspirasi Terasa Masuk Akal di Internet?

Sebab Story bisa membuat kita mengetahui terlalu banyak hal sekaligus: teman sedang traveling, mantan punya pasangan baru, teman sekolah membeli rumah, sampai orang yang hampir tidak pernah kita ajak bicara sedang brunch di tempat baru.

Informasi tersebut kemudian bisa menciptakan social proof, comparison, atau keinginan mengikuti sesuatu hanya karena banyak orang melakukannya.

Belum lagi kebiasaan melihat Story bisa berlanjut menjadi doomscrolling. Niat awal hanya membuka satu update, lalu 40 menit berlalu tanpa disadari.

Mungkin Cara Bersosialisasinya Memang Berbeda

Studi kohort terhadap 1.632 young adults di Inggris yang dipublikasikan dalam Annals of the New York Academy of Sciences pada 2025 juga menemukan bahwa penggunaan social media secara umum tidak berkaitan dengan loneliness. Yang justru memiliki hubungan lebih kuat adalah penggunaan teknologi secara kompulsif dan pengalaman negatif di dunia online.

Jadi, kualitas konsumsi sosial media mungkin lebih menarik untuk diperhatikan daripada sekadar berapa Story yang ditonton seseorang.

Orang yang tidak pernah melihat story orang lain mungkin tetap dekat dengan sahabatnya melalui WhatsApp, bertemu langsung setiap minggu, atau menelepon ketika membutuhkan obrolan panjang. Online visibility is not the same as emotional closeness.

Bahkan melewatkan Story juga berarti melewatkan drama, comparison, iklan terselubung, sampai nasihat di sosmed yang sebenarnya tidak pernah kita minta.

Lanjut Baca  Shared Delusion Mengapa Kita Bisa Percaya Bersama

Maka, jangan buru-buru tersinggung ketika ada teman yang tidak pernah melihat story orang lain. Selama hubungan kalian tetap baik di kehidupan nyata, absennya satu nama dari daftar viewers tidak selalu membawa pesan tersembunyi.

Mungkin dia tidak sedang mengabaikanmu.

Maybe she just doesn’t need to know what everyone is doing every day.

Advertisements
Ad 5

Postingan Terkait

  • Standar yang Tidak Pernah Adil Sejak Awal
  • Kenapa Ada Orang yang Tidak Suka Banyak Bersosialisasi?
  • Tips Menjadi Orang Dewasa yang Disukai Semua Umur

Tags:

kesehatan mentalpositifself caresosial media
Author

Grace

Follow Me
Other Articles
sunday scaries cerispesial
Previous

Kenapa Minggu Sore Sering Membuat Kita Cemas Memikirkan Senin?

menjauh dari sosial media
Next

Saat Menjauh dari Media Sosial Terasa Lebih Tenang

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    • Ads
    • Adulting
    • Beauty
    • Career
    • Health
    • Lifestyle
    • Narrative Mind
    • Personal
    • Perspektif
    • Relationships
    • Uncategorized

    adulting aduting asam folat bisnis buku debat dunia kerja film finansial gaya karir kepribadian kesehatan mental Kesehatan Wanita keuangan konspirasi krisis identitas kuku kulit wajah makeup make up menikah networking olahraga optimis parfum pasangan perspektif positif rambut relasi relationship relationships sef care self care skill skincare sosial sosial media styling tidur trauma uang WFH young adult

    Site Statistics
    • Total visitors : 6,162
    Copyright 2026 — CeriSpesial.com. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme